Adakah Efek Samping Vaksin Corona?

Vaksin corona sudah tiba di Indonesia sejak pekan lalu. Ketersediaan dari vaksin ini di Indonesia sudah  1,2 juta dosis. Namun sayangnya vaksin ini belum bisa langsung digunakan karena masih menunggu izin dari BPOM terlebih dahulu. Di sisi lain juga, vaksin resmi diberikan kepada masyarakat tanpa dikenakan biaya sama sekali alias gratis. Tentu masih menunggu mekanisme yang belum rampung terkait pemberian vaksin gratis ini.

Tukang Taman Jakarta Profesional dan Terpercaya

Tukang Taman Jakarta https://niscalagarden.web.id/ adalah jasa profesional Design dan Kontraktor Landscape yang mengerjakan berbagai macam type atau model taman mulai dari Taman Mediterania, Taman Minimalis, Taman Bali, Taman Jepang, Taman Klasik, Taman Vertikal, Taman Kering, dan juga mengerjakan taman untuk penghijauan perumahan, Pabrik, Kantor, Hotel, Universitas. dll

Kunjungi tukang taman jakarta apabila anda menginginkan taman anda rapi dan indah dipandang mata. Jangan sampai taman anda seperti tempat pembuangan sampah.

Mengenai pemberian vaksin Covid-19, dikatakan ke-efektifitasan-nya hingga sekitar 90%. Namun meski begitu pemberian vaksin tidak terlepas dari yang namanya efek samping. Dikatakan pada sebagian besar orang efek samping dari vaksin ini adalah berupa nyeri di area suntikan dan juga gejala flu. Namun dilaporkan efek samping tersebut hanya sementara karena bisa hilang dalam 2 hari saja.

Nah ada laporan yang mengatakan bahwa efek samping yang dirasakan berupa reaksi alergi. Dengan melihat kondisi ini, bisa dikatakan bahwa orang yang punya alergi parah sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan vaksin untuk meminimalisir resiko alergi yang terjadi setelah vaksinasi.

 

Efek Samping Setelah Vaksinasi

Setelah melakukan uji coba vaksin terhadap orang dengan rentang usia 18 sampai 55 tahun. Vaksin corona dilaporkan memberi efek samping setelah dilakukan suntikan untuk dosis pertama, sebagai berikut.

 

  • Kemerahan di area suntikan
  • Pembengkakan di area suntikan
  • Rasa nyeri di area suntikan
  • Kelelahan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Muntah-muntah
  • Meriang
  • Diare
  • Nyeri otot
  • Nyeri sendi

 

Nah setelah Anda mendapatkan suntikan pertama dari vaksin dan mengalami efek samping tetap lakukan saja suntikan kedua. Terkecuali memang dokter menyarankan untuk tidak mendapatkan suntikan berikutnya karena kondisi tertentu.

Vaksin virus Corona yang membutuhkan 2 suntikan tentu tidak bisa melindungi seseorang, satu atau dua minggu usai suntikan kedua dilakukan. Nah untuk mengatasi efek samping yang ada maka tergantung efek yang muncul nantinya. Misalnya saja ketika muncul efek demam maka harus di terapi dengan obat penurun demam. Jadi memang terapi untuk mengatasi vaksinnya harus sesuai dengan gejala yang muncul. Misalnya saja untuk mengurangi rasa sakit di area suntikan Anda bisa menggunakan waslap bersih, basah dan dingin yang ditempelkan ke area tersebut.

 

Kondisi Alergi

Jika anda mengalami kondisi alergi, bukan berarti vaksin yang diberikan adalah vaksin palsu. reaksi alergi parah seperti misalnya anafilaksis harus dipantau selama 30 menit setelah divaksin. Anafilaksis adalah kondisi dimana reaksi alergi bisa mengancam nyawa setelah beberapa menit saja karena terpapar alergen. Untuk orang-orang yang memiliki alergi lain, seperti alergi makanan atau alergi hewan peliharaan harus tetap mendapatkan vaksinasi. Tetapi sebaiknya harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter dan dipantau selama 15 menit setelah disuntik vaksin.

Selain orang dalam kondisi alergi parah, pemberian vaksin untuk anak dan ibu hamil masih diuji dan belum menemukan hasil yang signifikan. Karena memang prioritas utama untuk vaksin adalah para tenaga medis, aparatur Negara dan tokoh masyarakat.

 

 

Nah sekarang anda sudah mengetahui apa saja efek samping dari penggunaan vaksin Corona. Jadi anda tidak perlu takut untuk disuntik vaksin, karena meskipun terdapat efek samping namun kemunculan efek tersebut hanya sementara saja. Dapatkan pula  informasi ter-update untuk vaksin untuk Covid-19 hanya di platform kesehatan andalan  keluarga  Halodoc. Anda bisa mengakses platform ini baik melalui website maupun aplikasi yang tersedia di Android dan iPhone.